Sabtu, 15 Oktober 2011

Probiotik alternative untuk anak autis

Probiotik, alternative untuk Anak Autisme

 Autisme diklasifikasikan sebagai ketidak normalan perkembangan neuro yang menyebabkan interaksi sosial yang tidak normal, kemampuan komunikasi, pola kesukaan, dan pola sikap. Autisme bisa terdeteksi pada anak berumur paling sedikit 1 tahun. Autisme empat kali lebih banyak menyerang anak laki-laki dari pada anak perempuan.

Penyebab Autisme
Penyebab Autisme sampai sekarang belum dapat ditemukan dengan pasti. Banyak sekali pendapat yang bertentangan antara ahli yang satu dengan yang lainnya mengenai hal ini. Ada pendapat yang mengatakan bahwa terlalu banyak vaksin Hepatitis B yang termasuk dalam MMR (Mumps, Measles dan Rubella )bisa berakibat anak mengidap penyakit autisme. Hal ini dikarenakan vaksin ini mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder. Tapi hal ini masih diperdebatkan oleh para ahli. Hal ini berdebatkan karena tidak adanya bukti yang kuat bahwa imunisasi ini penyebab dari autisme, tetapi imunisasi ini diperkirakan ada hubungannya dengan Autisme.

Tanda - tanda Autisme

  1. Tidak bisa menguasai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari,
  2. Hanya bisa mengulang-ulang beberapa kata,
  3. Mata yang tidak jernih atau tidak bersinar,
  4. Tidak suka atau tidak bisa atau atau tidak mau melihat mata orang lain,
  5. Hanya suka akan mainannya sendiri (kebanyakan hanya satu mainan itu saja yang dia mainkan),
  6. Serasa dia punya dunianya sendiri,
  7. Tidak suka berbicara dengan orang lain,
  8. Tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain.

Autisme pada Anak, Mengapa Bisa Terjadi?
KASUS penyakit autis saat ini semakin banyak terjadi di dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini penyakit autis sudah dapat dideteksi sejak usia dini. Meski demikian, pengetahuan awam mengenai autis dan bagaimana menanganinya masih belum diketahui luas. Autisme adalah suatu gangguan yang ditandai oleh melemahnya kemampuan bersosialisasi, bertingkah laku, dan berbicara. Autisme sering disebut dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD).
Menurut dr Irawan "Penyakit autis memiliki gejala-gejala yang kemudian dapat membantu diagnosis dokter yang dapat dilihat dari perilaku para penderitanya," paparnya. Menurut dr Irawan, anak autis memiliki gangguan komunikasi yang lemah. Artinya, tidak bisa berbicara atau memiliki keterlambatan bicara pada usia seharusnya. Kadang kesalahan yang terjadi diakibatkan kurang tahunya orangtua akan penyakit ini. Sehingga menganggap biasa anak yang telat bicara.
"Bila anak Anda mengalamai ciri tersebut, maka sebaiknya cepat konsultasikan pada dokter," sarannya.
Ciri lain yang dapat dilihat ialah anak memiliki gangguan interaksi sosial. Dengan kondisi demikian, anak sulit untuk diajak berkomunikasi. Tak hanya itu saja, lanjutnya, anak autis juga memiliki gangguan perilaku. "Ciri khas lainnya dari gejala autis ialah anak sering melakukan kegiatan yang berulang. Seperti mukul-mukul sendiri atau suka memutar diri sendiri yang dilakukan berulang kali," terangnya.
Mengenai cara  penanganan penyandang autis, ahli gizi Fatimah Syarief, AMG, StiP menuturkan untuk memberikan nutrisi tepat. "Pada beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang mengalami autisme ternyata juga alergi terhadap makanan tertentu. Penderita autis umumnya mengalami masalah pencernaan, terutama makanan yang mengandung casein (protein susu) dan gluten (protein tepung)," jelas Fatimah.
Karena kedua jenis protein tersebut sulit dicerna, maka akan menimbulkan gangguan fungsi otak apabila mengonsumsi kedua jenis protein ini. Sehingga perilaku penderita autis akan menjadi lebih hiperaktif. Menurutnya, suplemen yang baik diperlukan penderita autis yang biasanya mengalami lactose intolerance (ketidakmampuan pencernaan untuk mencerna laktosa). Salah satu suplemen yang baik diberikan bagi penderita autis adalah sinbiotik.
"Sinbiotik yaitu gabungan probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dimakan untuk memperbaiki secara menguntungkan keseimbangan mikroflora usus," kata dia. Anak autis, sambungnya, memerlukan vitamin C sebagai antioksidan. Adapun sumber terbaik yang dapat diberikan pada anak dengan kasus ini dapat berasal dari sayuran dan buah-buahan. Meski demikian, sebaiknya pilih sayuran dan buah-buahan yang tidak mengandung pengawet.
Ditambahkan Fatimah, beberapa spesies yang biasa digunakan antara lain mengandung Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus casei, Bifidobacterium bifidum, Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus lactis. Sementara itu, prebiotik adalah substansi makanan yang dapat meningkatkan beberapa bakteri usus yang menguntungkan bagi kesehatan.
Mengapa anak-anak autisme terasa jauh dan tidak responsif?
Mengapa mereka terlihat berada di dalam dunianya sendiri?
Suatu teori adalah adanya variasi selama perkembangan otak dalam anak-anak autistik terutama pada masalah integrasi sensorik.
Otak tidak dapat mengartikan sejumlah sensasi penglihatan, suara, sentuhan, bau dan rasa.
Otak menjadi kacau dan bingung. Otak mencoba melindungi dirinya sendiri dengan menghambat dan mengabaikan masukan sensorik yang datang. Hal ini menyebabkan anak seolah-olah berada jauh dan bertingkah laku tidak responsive.
Untuk menghambat lebih jauh terhadap serangan sensasi yang kacau, otak memfokuskan pada satu sensasi atau aktifitas. Hal ini mungkin berupa menggoyangkan tubuhnya dengan keras, bermain dengan mainan yang sama, atau melihat video yang sama berulang-ulang. Aktivitas ini kelihatan aneh, tidak pantas dan bersifat unik untuk masing-masing anak. Aktivitas ini diulang terus menerus, sehingga membuat tingkah lakunya menjadi aneh.
Aktivitas yang berulang-ulang lebih sering terjadi dan lebih jelas terjadi ketika mengalami pengalaman baru. Suara yang keras, orang asing yang belum dikenal atau tempat-tempat yang ramai kadang-kadang dapat mencetuskan hal ini. Aktivitas yang berulang-ulang adalah mekanisme pertahanan dan perlindungan pada anak autistik.
Probiotik Membantu Anak Autis
Ada kaitan erat antara autisme dan disfungsi saluran cerna. Dua masalah pencernaan utama yang sering dialami oleh anak dengan autis yakni disbiosis (pertumbuhan jamur, bakteri, dll yang berlebihan) sehingga bakteri baik (probiotik) menjadi minoritas, dan 'kebocoran usus'. Melonjaknya pertumbuhan jamur/bakteri patogen disaluran cerna menyebabkan radang pada dinding usus, sehingga lapisan usus "bocor".
Menurut Inggrid S. Waspodo, peneliti pada Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT dan dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya, hal ini menyebabkan saluran cerna tidak bisa menyerap mikronutrisi dengan baik. Bahkan toksin dan antigen ikut masuk. Ini sebabnya, mengapa anak autis sering mengalami masalah dengan saluran cerna seperti sembelit dan/atau diare.
Ada penelitian yang menunjukkan, populasi bakteri clostridium pada anak autis sangat tinggi. Selain menyebabkan gangguan pencernaan, bakteri ini juga memproduksi neuro-toxins (racun syaraf) yang secara potensial bisa menyebabkan autisme atau sebagai faktor pendukung terjadinya autisme. Kolitis (radang usus besar) juga kerap terjadi. Kondisi saluran cerna pada penyandang autis disebut autistic enterocolitis. Dua laporan ilmiah yang dipublikasi di Lancet (1999) dan American Journal of Gastroenterology (2000) melaporkan, kolitis turut menghambat perkembangan anak.
Dari sudut pandang neurologi, usus adalah "otak kecil". Ada neurotransmitter dan neuroreceptor di usus,yang berkoresponden dengan yang ada di otak. Terganggunya penyerapan nutrisi akibat saluran cerna yang tidak sehat, membuat membran saluran cerna dan otak kekurangan nutrisi sehingga perkembangannya terganggu.
Untuk itu, penting untuk menghindarkan anak autis dari makanan yang tidak bisa dicernanya. Utamanya adalah semua makanan yang mengandung gluten (protein gandum) dan kasein (protein susu). Selain itu pemberian probiotik juga bisa membantu menyehatkan pencernaan anak autis. Penelitian menunjukkan, anak autis memiliki ketidakseimbangan flora usus; bakteri patogen lebih banyak daripada bakteri baik. Salah satu cara untuk menyeimbangkannya adalah dengan pemberian probiotik sehingga bakteri jahat bisa ditekan. Probiotik juga menghasilakn enzim tertentu yang bermanfaat 'menambal' usus yang 'bocor'.
Berdasarkan penelitian Lactobaccilus secara kompetitif dapat menekan pertumbuhan Clostridium. Pemberian probiotik pada anak autis (usia 4-8 tahun) memberikan hasil positif. Saat diberikan probiotik, konsentrasi dan tingkah laku mereka membaik.

Bikin (buat) Nasi sehat dan air sehat

Tip Sehat Biojanna, “Cara Baru Untuk Sehat Kembali Fitrah. ”
BIKIN NASI SEHAT:
1. mengurangi residu kimia,
2. lebih putih,
3. pulen/empuk dan
4. tahan lama (tidak mudah basi).
Cuci bersih beras sebagaimana biasanya, sebelum di masak atau ditanak campurkan air dengan Biojanna dengan takaran ½ kg beras: 1 tutup botol (takaran menyesuaikan) diamkan selama 5 menit biar m
eresap setelah itu dimasak, buktikan manfaatnya (untuk segala kualitas beras). BUKTIKAN!!!


BIKIN AIR SEHAT:
1. menetralisir racun,
2. membunuh bakteri patogen,
2. imunitas keluarga
Caranya: Campurkan 2 sendok Biojanna ke dalam 1 galon air. Mudahkan untuk sehat...

Bagaimana Biojanna Membantu Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Kita?

Tubuh manusia, dimana pun mereka berada, akan selalu terancam oleh paparan bakteri, virus, parasit, radiasi matahari, dan polusi. Bakteri pathogen, virus, maupun parasit tersebut bisa menginfeksi tubuh kita melalui makanan yang kita makan, udara yang kita hirup, segala sesuatu yang kita sentuh, serta lingkungan lain dimana pun kita berada. Akan tetapi, Subhanallah, kita dilindungi oleh berlapis-lapis pertahanan tubuh, sehingga jika system pertahanan tubuh kita bekerja optimal, paparan tersebut tidak akan mengganggu system homeostasis tubuh kita, sehingga kita tetap sehat!
Pertahanan garis depan tubuh kita adalah sel-sel kita. Profesor ShizuoAkira dan kelompoknya di Pusat Riset Imunologi di Universitas Osaka Jepang telah menemukan indra unik pada sel yang disebut Reseptor Toll (Toll-Like Receptor / TLR). TLR ini dimiliki oleh seluruh sel-sel dalam tubuh kita. Jika ada kuman (=bakteri pathogen, virus, dan parasit ) menyerang salah satu sel kita, maka TLR sel tersebut akan mengeluarkan zat antibakteri dan antivirus. Disamping itu, lewat kerja sensor (saraf sensorik), sel-sel lain disekitar diberitahu mengenai bahaya tersebut, akibatnya seluruh sel tersebut mengeluarkan zat antibakteri dan antivirus yang diarahkan ke kuman penyerang. Jika seluruh sel kita sehat, pertahanan garis terdepan kita kuat, maka kita sudah menang ditingkat ini!
Kuman yang berhasil lolos dari benteng terdepan, akan menghadapi pertahanan lapis kedua yang biasa disebut pertahanan fagositosis karena system ini khusus melibatkan sel-sel darah putih, terutama makrofag dan neutrofil. Mereka (makrofag & neutrofil) akan mengejar dan menelan kuman, sekaligus mengidentifikasi struktur kuman. Jika mereka gagal, akan ada bantuan dari sel-sel limfe (getah bening). Makrofag akan mengirimkan informasi mengenai struktur kuman kepada sel limfe T penolong (T-helper), kemudian sel T penolong akan mengeluarkan limfokin yang merangsang makrofag menjadi bentuk lebih agresif, sehingga makrofag bisa menelan kuman dengan lebih mudah. Jika makrofag tetap gagal, maka sel limfe B akan mengeluarkan antibodi berdasarkan struktur kuman yang telah dikenali oleh sel limfe T (sebagai antigen). Usaha beregu ini disebut reaksi kompleks antigen-antibodi. Jika antibodi berhasil mengalahkan kuman, maka kita akan sembuh!

Kuman yang terlanjur memasuki sel karena terbawa aliran darah akan menghadapi detoksifikasi dalam sel. Kuman-kuman itu diiris-iris pada tingkat molekul dalam proses yang disebut autofagi. Kuman diidentifikasi dalam sel, “dikarungi”, lalu diurai oleh enzim. Salah satu enzim tersebut adalah Lisozim, enzim yang disekresi oleh lisosom, suatu organel penyusun sel. Lisozim mampu memecah dinding sel bakteri sehingga bakteri pun mati.
Begitulah sekelumit usaha tubuh menghadapi serangan kuman. Seluruh proses tersebut melibatkan suatu katalis yang disebut “ENZIM”. Jika enzim yang dibutuhkan tidak bekerja optimal atau jumlahnya tidak cukup, maka sistem tidak akan berjalan. Disinilah peran BioJanna secara global, yaitu memasok kebutuhan enzim tubuh!

Secara spesifik, letak kerja BioJanna adalah sebagai berikut:
- Pada garis pertahanan terdepan ditingkat sel, BioJanna menjaga agar sel selalu sehat dengan melancarkan proses regenerasi sel (apoptosis/kematian sel terprogram). Normalnya, antara 50 – 70 miliar sel mati tiap hari karena apoptosis pada rata-rata manusia dewasa. Jika sel tidak berapoptosis, pembiakan sel menjadi tak terkendali dan akhirnya menjadi sel kanker. Proses apoptosis tersebut juga melibatkan enzim
- Pada pertahanan lapis kedua, baketri Lactobacillus sp. yang terkandung melimpah dalam BioJanna akan mengaktifkan sel-sel imun kita seperti makrofag, limfosit, dan neutrofil. Jika sel-sel imun kita aktif, kerjanya akan optimal, sehingga ampuh melawan serangan kuman
- Pada proses detoksifikasi dalam sel seperti telah disebutkan, BioJanna akan membantu memasok kebutuhan enzim. Bahkan jika kebutuhan enzim tercukupi, sel yang terkena kuman akan menghasilkan enzim untuk menghancurkan diri sendiri (= bunuh diri sel), itu adalah suatu pertahanan yang pamungkas.

Hampir semua penyakit disebabkan karena system kekebalan tubuh kita yang buruk / tidak bekerja optimal, namun ada beberapa penyakit yang erat kaitannya dengan fungsi sistem kekebalan tubuh, antara lain:
- Seluruh penyakit infeksi, baik infeksi bakteri, virus, ataupun parasit
- Penyakit alergi
- AIDS
- Lupus,dll
Wallahu a’lam bish showab
Mari berikhtiyar dengan BioJanna.
Mintalah kesehatan hanya kepada Allah Rabb semesta alam.
Esti Ummu Najwa, S.Farm., Apt.

Jumat, 14 Oktober 2011

Anda yang Sehat pun Perlu BioJANNA

Makanlah makanan 4 sehat 5 sempurna, supaya Anda tetap sehat”. Itulah slogan pola makan yang selama ini kita usung. Sepintas memang benar bahwa makanan 4 sehat 5 sempurna yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan susu mengandung gizi yang lengkap. Namun, apakah slogan tersebut masih mencukupi dan benar-benar menyehatkan bagi kehidupan kita sekarang ini? Mari kita lihat!
Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Tubuh kita diatur oleh sistem yang sempurna, yang disebut homeostasis, yang pusatnya berada di hipotalamus. Semua sistem tubuh saling berhubungan, satu sehat yang lain juga sehat, satu sakit yang lain juga ikut merasakan imbasnya. Semua bagian sistem tubuh tersebut bekerja sesuai fungsinya masing-masing, tetapi mereka harus punya “bensin” dulu supaya bisa bekerja. “Bensin” inilah yang memegang kunci vital seluruh sistem tubuh, dan “bensin” ini disebut ENZIM. Makanan dengan gizi seimbang pun tidak akan ada gunanya bagi tubuh jika enzim tubuh kurang atau tidak bekerja optimal. Pada fitrahnya, enzim sudah terdapat pada tubuh, walaupun jumlahnya berbeda-beda tiap orang. Tetapi enzim ini mudah rusak oleh pola hidup yang tidak sehat, pola hidup yang banyak mendatangkan radikal bebas.
Makanan yang kita pandang sehat sekarang ini harus kita tinjau kembali, apakah makanan yang kita makan masih mengandung enzim yang sangat dibutuhkan tubuh kita? Karena mungkin kita sekarang ini merasa sehat wal afiat, tetapi sebenarnya kita terus menerus mengumpulkan racun dalam tubuh, dan kita tinggal menunggu waktu dimana bom racun itu meledak, sehingga kita baru sadar kalau selama ini kita tidak sehat. Apakah kita tahu kondisi lambung & usus kita sekarang? Ingat, keduanya adalah sumber kita sehat/sakit.

Kita tak bisa lagi mengatakan “Ayo makan sayur dan buah supaya dapat vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh”. Buah dan sayur melimpah di negara kita, tapi seringkali kekurangan gizi penting yang dulu mereka kandung. Apa penyebabnya? Antara lain adalah penggunaan pupuk kimia dan pestisida sewaktu menanamnya. Tidak hanya itu, globalisasi juga telah memaksa supaya buah dan sayur segar bisa dikirim ke seantero dunia, akibatnya mereka mengembangkan teknologi, membiakkan galur-galur tumbuhan yang tahan penyok dan tetap terlihat segar sepanjang perjalanan. Tumbuhan seperti itu terlihat bagus waktu dibeli, tapi tak punya rasa atau nilai gizi buah dan sayur segar sejati. Teknologi juga telah menciptakan makanan produksi massal, dengan penambahan zat pengawet, pemanis buatan, gula, lemak buatan (trans), teknologi ultra high temperature (UHT), yang hasilnya adalah makanan praktis, murah, dan kadang rasanya membuat kecanduan, sehingga kita makan makanan yang banyak kalori tetapi hampa gizi, gizi yang sangat diperlukan tubuh.
Seperti halnya produk pertanian yang dipaksa menghasilkan panen melimpah dalam waktu singkat dengan penggunaan pupuk kimia dan pestisida, produk susu pun sama saja. Susu sapi segar yang pada awalnya bergizi tinggi, sekarang bisa jadi tidak lagi. Sapi-sapi perahan dipaksa menghasilkan susu melimpah terus menerus dengan penggunaan suntikan hormon. Akibatnya, hormon itu pun masih terkandung dalam susu yang selama ini kita minum, terutama oleh anak-anak kita. Itulah mengapa sekarang ini banyak anak-anak terlihat dewasa sebelum umur. Belum lagi dalam proses pengolahannya, yang melibatkan panas berlebihan (UHT), sudah pasti susu tersebut tidak lagi mengandung enzim, karena enzim adalah senyawa yang mudah rusak oleh panas.
Tidak hanya makanan, pola hidup modern yang penuh persaingan ini membawa dampak yang banyak merugikan tubuh. Kebiasaan merokok, stress emosional, perasaan iri/dengki, marah, buruk sangka, semuanya memicu timbulnya radikal bebas dalam tubuh yang mampu mendatangkan penyakit-penyakit serius. Jika tubuh tidak cukup mampu menetralisir radikal-radikal bebas tersebut, maka bukan tidak mungkin kita adalah calon pengidap penyakit kanker, walaupun makanan kita 4 sehat 5 sempurna.
Makanan dan pola hidup sehat yang benar adalah mampu memasok sesuatu yang paling dibutuhkan tubuh guna menjaga keseimbangannya, yaitu ENZIM. Makanan kita harus mengandung enzim dan pola hidup kita haruslah yang menjaga agar enzim tubuh bekerja optimal. Bagaimana hal itu bisa kita dapatkan?
  1. Makanlah makanan yang ditanam secara organik, bebas pupuk kimia dan pestisida, contoh: beras organik, sayur organik, buah segar musiman yang ditanam sendiri
  2. Hindari mengolah makanan secara berlebihan, lebih baik mengukusnya atau menumis dalam waktu singkat
  3. Hindari makanan siap saji, makanan kaleng, makanan instan, camilan karena banyak mengandung zat tambahan makanan yang sukar dicerna oleh tubuh
  4. Selalu bersyukur, berpikir positif dan berlapang dada dalam menjalani hidup
Mampukah kita melakukan itu semua? Sudah bisa dipastikan bahwa jawabannya adalah “tidak mampu”. Banyak penyebab yang tak bisa kita hindari, antara lain: makanan organik harganya mahal, tidak terjangkau oleh semua kalangan, belum lagi gaya hidup yang menuntut kepraktisan, karena pola pikir “waktu adalah uang”, tuntutan persaingan yang tinggi dan membuat saraf senantiasa tegang. Lalu bagaimana solusinya? Satu-satunya solusi yang masih bisa ditempuh adalah konsumsilah nutrisi tambahan yang kaya enzim, yaitu BioJANNA.
BioJANNA  adalah nutrisi hasil fermentasi yang mengandung Lactobacillus sp. dalam jumlah yang melimpah. Dalam proses fermentasi inilah dihasilkan banyak enzim yang dibutuhkan tubuh, selain juga vitamin dan mineral. Setelah kita minum, bakteri Lactobacillus sp. ini pun akan melakukan fermentasi dilingkungan usus dan menghasilkan enzim pula. Enzim-enzim ini kemudian diubah menjadi peptida dan asam amino, untuk selanjutnya disusun lagi menjadi enzim yang dibutuhkan tubuh, misalnya ketika makan, tubuh kita membutuhkan lebih banyak enzim pencernaan, ketika banyak racun/sampah dalam tubuh, yang lebih dibutuhkan adalah enzim detoksifikasi, dan seterusnya. Jadi sesuai teori pakar enzim Hiromi Shinya, enzim dari makanan yang kita konsumsi ini menjadi enzim pangkal (source enzyme) yang sangat vital bagi tubuh. Bakteri Lactobacillus sp. juga akan mengaktifkan kerja sel-sel imun sehingga kita tidak gampang sakit, mengoptimalkan sel-sel mitokondria dalam mengubah makanan menjadi energi sehingga kita senantiasa penuh vitalitas.

Jadi, mari menjaga kesehatan kita dengan BioJANNA,
sehat dari rumah lebih baik dari pada sehat dari rumah sakit


Wallahu a’lam bish showab…
Esti Ummu Najwa, S.Farm., Apt.

Bio Janna vs Kolesterol

Apa itu Kolesterol ???

Kolesterol adalah suatu jenis sterol (zoosterol), yang banyak dijumpai pada jaringan hewan, kuning telur dan air susu. Dalam produk tersebut kolesterol terdapat dalam bentuk bebas dan teresterifikasi dengan asam lemak. Kolesterol merupakan bagian lemak yang cenderung menempel di dinding pembuluh darah, sehingga lamakelamaan akan menimbulkan penyempitan pembuluh darah, yang kemudian akan menyebabkan meningkatnya tekanan darah dan bisa berlanjut menimbulkan penyakit jantung bahkan stroke.Berbagai obat penurun kolesterol sudah banyak beredar di pasar farmasi, namun pola pengobatan yang lebih aman dan tepat adalah perubahan pola makan dengan makanan fungsional yang membantu menurunkan kadar  kolesterol. Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa asupan PROBIOTIK dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Adapun produk probiotik yang lazim dan sudah terbukti secara ilmiah melalui penelitian, untuk menurunkan kadar kolesterol adalah bakteri asam laktat, dalam hal ini adalah lactobacillus sp. dan bifidobacterium.
Penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat mengikat kolesterol. Bakteri asam laktat itu menghasilkan enzim Bile Salt Hydrolase (BSH). Enzim ini menghasilkan asam empedu terdekonjugasi dalam bentuk asam kolat bebas yang kurang diserap oleh usus halus dibanding asam empedu terkonjugasi. Karenanya asam empedu yang kembali ke hati menjadi berkurang. Asam empedu yang terbuang lewat buang air besar itu mengakibatkan semakin banyak kolesterol yang dibutuhkan untuk mensintesis garam empedu lagi, sehingga kadar kolesterol akhirnya menurun. Pengurangan kolesterol juga terjadi karena selama pertumbuhan bakteri menyerap sejumlah zat kolesterol ke dalam selnya. Penyerapan ini terjadi di usus kecil dan membantu mengurangi kolesterol dalam darah.
BioJanna adalah nutrisi sinbiotik, yaitu nutrisi yang mengandung prebiotik sekaligus probiotik. Prebiotik adalah makanan bagi bakteri-bakteri probiotik, sedangkan probiotik adalah bakteri-bakteri (mikroba) yang bermanfaat bagi kesehatan usus, seperti Lactobacillus Sp, yang merupakan bakteri asam laktat.  Sehingga kandungan lactobacillus di dalam biojanna menjadi berlimpah atau selalu dalam jumlah banyak yang stabil sehingga memungkinkan masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang berlimpah pula walaupun harus melewati system pencernaan tubuh kita.
Karena kandungan lactobacillus sp (bakteri asam laktat) ini lah, biojanna akan mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah melalui mekanisme seperti yang kami uraikan di atas.
Biojanna Juga merupakan pemasok enzim, sehingga dapat mengaktifkan enzim-enzim dengan fungsi detoksifikasi dalam tubuh, sehingga meningkatkan pula penguraian kolesterol atau lemak-lemak lain, sisa-sisa makanan yang tidak tercerna dan kotoran lain di dalam tubuh kita dan membuang kotoran-kotoran tersebut.
Demikian, dapat kami sampaikan bahwa konsumsi biojanna yang memiliki pasokan bakteri lactobacillus sp yang konsisten dan melimpah akan efektif dalam membantu menurunkan kadar kolesterol anda.
Allah menciptakan jasad-jasad renik di dunia ini sesuai dengan fungsinya masing-masing. Sebagaiman dengan firman Allah dalam surat al-furqon ayat 2 yang berbunyi
“yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya” (Al-Furqon : 2)
Demikian materi yang dapat kami kumpulkan, semoga bermanfaat
Wallahu ta’ala a’lam…

Referensi :
1.    Lovita andriani, abstrak “pengaruh imbangan bakteri lactobacillus bulgaricus, streptococcus termophilus, lactobacillus acidophilus dan bifidobacterium dalam yoghurt terhadap kandungan kolesterol dalam darah mencit”
2.    http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/01/11/bakteri-asam-laktat-sebagai-penurun-kolesterol/
3.    dan lain-lain


 

Hebatnya ASI

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (QS. Al Baqarah: 233)




Allah tidak akan memerintahkan manusia kepada sesuatu hal melainkan disitu terdapat kebaikan yang banyak, lalu apa hikmah dibalik perintah tersebut? Sejalan dengan itu, World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif (ASI saja, tanpa air, cairan lain, atau makanan padat) selama enam bulan. Pemberian ASI kepada bayi juga disarankan untuk dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun. Air susu ibu (ASI) merupakan cairan kompleks sarat nutrisi yang mengandung antibodi, enzim, dan hormon. Semua kandungan ASI punya manfaat terhadap kesehatan. Saat ini, lebih dari 200 jenis komponen yang dapat dikenali, terdapat pada ASI. Zat gizi yang terkandung di dalam ASI meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Selain zat gizi, ASI juga mengandung enzim, zat pelindung yang berguna sebagai daya tahan tubuh, dan hormon serta zat pertumbuhan.
Sejak 1975, sebagian peneliti sudah menguji keberadaan bakteri di dalam ASI. Hasil serangkaian penelitian menunjukkan bahwa terdapat bakteri baik (probiotik), bakteri oportunis (bakteri yang dalam jumlah cukup tidak berbahaya namun jika jumlahnya meningkat akan menimbulkan penyakit), dan bakteri patogen di dalam ASI. Lactobacillus dan beberapa tipe Bifidobacterium adalah contoh bakteri baik yang ditemukan pada ASI. Malah sudah ada penelitian yang melakukan isolasi bakteri baik dalam ASI, dan hasilnya mereka menemukan 4 galur bakteri baik dalam ASI yang termasuk golongan lactobacillus.
Bakteri yang yang didapat bayi melalui ASI mempengaruhi kondisi mikroflora saluran cerna. Sistem kekebalan tubuh terbesar manusia berada pada saluran cerna. Kondisi terbaik adalah bila bakteri baik mendominasi saluran cerna. “Bakteri baik memberi efek menguntungkan terhadap kesehatan karena mendukung fungsi optimal saluran cerna dan menurunkan koloni bakteri jahat,” kata Dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K) dari sub-bagian Perinatologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM.
Sebuah penelitian yang dilakukan Harmsen HJM et. al pada tahun 2000 yang dipublikasikan dalam BMJ, sebuah jurnal milik British Medical Association, menyimpulkan perbedaan besar pada jumlah probiotik jenis Bifidobacteria antara bayi yang diberi ASI dan bayi yang diberi susu formula. Pada bayi yang diberi ASI, jumlah bifidobacteria mendominasi hingga 70 persen dari total mikroflora saluran cerna saat bayi berusia 20 hari, sementara bayi yang diberi asupan susu formula hanya punya porsi Bifidobacteria sebanyak 30 persen! Jadi, saluran cerna bayi yang diberi ASI akan didominasi oleh bakteri baik.
Bakteri berperan penting untuk menstimulasi daya tahan tubuh, membantu pematangan imunitas, serta melindungi tubuh dari infeksi. Selain peran dalam sistem daya tahan tubuh, bakteri juga membantu produksi mikronutrien seperti vitamin. Setiap jenis bakteri yang terdapat dalam ASI dapat memodulasi sistem imunitas dengan cara berbeda, misalnya Lactobacillus fermentum yang bertugas sebagai agen immunostimulant, sementara Lactobacillus salivarius berfungsi sebagai pencegah peradangan.
ASI tidak hanya mengandung bakteri baik. ASI juga punya bakteri oportunis dan bakteri patogen. Streptococcus dan Enterococcus merupakan jenis bakteri oportunis yang ada pada ASI. Sedangkan Staphylaococcus adalah bakteri patogen yang juga diberikan ibu kepada bayi saat menyusui. Anda tidak perlu khawatir soal keberadaan bakteri patogen. Keberadaan bakteri patogen merupakan mekanisme yang dibutuhkan bayi untuk mengenali “serangan” dan menstimulasi kekebalan tubuh agar bisa memberi respons yang tepat. “Analoginya seperti vaksinasi. Pemberian vaksin berarti memasukkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh anak agar tubuh mengenali virus tersebut. Jika suatu hari ada virus yang sama menyerang tubuh, sistem kekebalan tubuh anak sudah terlatih untuk melawan,” kata Erika Wasito, Nutrition Advisor Infant Nutrition PT Nestle Indonesia.
Saat berada dalam kandungan, janin mendapat asupan imunoglobulin (IgG) yang disalurkan oleh ibu ke janin melalui plasenta. Perlindungan di dalam kandungan akan terputus saat bayi telah lahir, padahal sistem kekebalan tubuh bayi belum berfungsi sempurna. “Berbagai penelitian mengatakan bahwa perlindungan dari ibu ke bayi masih dapat diteruskan apabila bayi sesegera mungkin memperoleh ASI,” kata Dr. Rinawati.
Ada tiga tahapan ASI, yaitu tahap kolostrum (ASI yang keluar pada 1-4 hari setelah melahirkan), tahap transisi (4-10 hari), dan ASI matang (10 hari ke atas). Pada fase kolostrum, ASI mengandung banyak sel darah putih, yaitu sel yang berfungsi untuk melawan infeksi. Kolostrum mengandung sampai 5 juta per mm3 sel darah putih, bandingkan dengan ASI matang yang “hanya” mengandung sekitar 1 juta per mm3 sel darah putih. Karena itu, inisiasi dini bagi bayi yang baru lahir sangat dianjurkan.
Selain probiotik, masih banyak komponen ASI lain yang berfungsi untuk mematangkan sistem kekebalan tubuh bayi. “ASI mengandung sejumlah besar IgA sekretori (sIgA) yang dapat menetralisasi agen infeksi dan membatasi efek kerusakan jaringan. ASI juga mengandung prebiotik, yaitu “makanan” bagi bakteri baik. Oligosakarida adalah jenis prebiotik yang paling banyak dijumpai dalam ASI. Begitu banyak perlindungan yang bisa Anda berikan kepada si banyi mungil melalui air susu ibu. Penelitian oleh Gorofalo dan Goldman (1999) juga menyatakan bahwa ASI mengandung hormon seperti insulin, tiroksin, dan faktor pertumbuhan saraf. Ini semua tidak terdapat di dalam susu formula. Dan jika Anda belum merencanakan untuk hamil lagi dalam waktu dekat, pemberian ASI bisa menekan ovulasi secara alami. Ibu yang sedang menyusui punya kemungkinan hamil lebih kecil dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui bayinya. Lalu ada apa dengan para ibu yang enggan menyusui anaknya??
Wallahu a’lam bishshowab

Esti Ummu Najwa, S.Farm., Apt.
(Referensi: Majalah Parents Indonesia, Majalah Farmasi Indonesia, dll.)

Beberapa Testimoni Bio Janna

PEROKOK BERAT..SESAK NAFAS dan MUNTAH DARAH


Bambang Suseno, 23 tahun
Andong Boyolali
Ditengah-tengah dia bekerja Bambang Suseno 23 th warga Andong,Boyolali menceritakan bahwa sudah 5 th ini dia mengalami penderitaan yang luar biasa,sulit bernafas,sesak di dadanya dan sempat beberapa kali muntah darah,”Saya memang seorang perokok berat  apalagi waktu kerja di Jakarta”katanya sambil membuka baju memperlihatkan bercak2 merah disebelah dada kirinya yang muncul tiba-tiba sejak dia mengalami sesak dan sakit didadanya,ndak tau apa.
Tapi Alhamdulillah setelah minum BioJANNA beberapa botol rasa sakit itu berangsur-berangsur hilang dan membaik,dan tidak kambuh lagi seperti dulu..waah saya senang sekali,apalagi maag saya jg ikutan sembuh setelah minum biojanna..pancen TokCer..!

TUMOR PARU-PARU KRONISKU MEMBAIK

Bp. Suparmin, 62 th, Sumber-Solo

"50 juta sudah saya siapkan untuk operasi, tetapi secara medis tidak berani mengambil tindakan, karena posisi tumor yang sangat rawan (antara jantung dan paru-paru). Pulang, pasrah, dan pesimis. Tapi alhamdulillah setelah minum BioJANNA, kondisi saya betul-betul sangat membaik. Terima kasih, BioJANNA."

GEJALA TYPUS, TERATASI DALAM DUA HARI

Koko, anak kost, Solo.

“Malam itu saya sedang menggigil demam tinggi karena gejala typus, ketika sahabat saya datang. Ternyata dia membawa BioJANNA dari rumah, memang dia khususkan untuk ihtiyar kesembuhan saya. Saat itu juga saya minum tiga sendok BioJANNA dicampur air gula. Beberapa saat kemudian saya bisa tertidur. Pagi-pagi sekali saya terbangun karena perut memaksa saya harus B.A.B. Seperti dikuras rasanya, tapi tidak seperti diare. Usai BAB, badan terasa enak”  Hari itu Koko minum BioJANNA tiga kali, masing-masing tiga sendok makan. “Esok paginya saya benar-benar merasa takjub dengan khasiat BioJANNA ini. Badan terasa segar, nyaman, dan tidak loyo lagi. Senang sekali bisa cepat terbebas dari sakit, dan ternyata ongkosnya sangat murah, apalagi kalau dibandingkan biaya sejak awal saya sakit”.

Asam Urat Bandel

 

Pengalaman pak Muhammad, warga Gentan, Sukoharjo.
“Sudah sejak tahun 2003, saya tidak bisa merasakan nikmatnya emping melinjo, kacang, gulai kambing, bahkan berbagai sayuran hijau tua seperti bayam, sawi, daun singkong, dan lain-lain. Setiap kali saya makan jenis makanan tersebut, beberapa jam kemudian sekujur tubuh terasa linu, bahkan untuk tidurpun tetap sakit semua” pak Muhammad mengawali pengalamannya. Termasuk jika minum es, tak lama kemudian tulang-tulang tubuhnya terasa ngilu. Ngethok-ngethok, kata orang jawa. “Awalnya saya obati dengan obat resep dokter. Biasanya cepat sembuh. Tapi lama kelamaan rasanya kurang manjur, lalu saya tambahkan obat herbal”.
Sejak Agustus 2010 lalu, ia mulai mengkonsumsi BioJANNA. Satu bulan pertama ia lakukan secara intensif. Pada waktu lebaran, ia beranikan mencicipi beberapa keping emping melinjo. “Deg-degan juga waktu itu, tapi Alhamdulillah tidak terjadi efek yang saya khawatirkan. Lalu sayapun mulai mencoba makan sayuran seperti bayam, dan sawi hijau, juga minum es. Wah, ternyata ngilu-dan linu yang dulu terjadi, sudah tidak datang lagi. Senang sekali rasanya bisa menikmati aneka makanan yang telah bertahun-tahun tak berani saya makan”. Sekarang ia rutin minum BioJANNA untuk menjaga dan memelihara kesehatannya. “Agar bisa menikmati hidup” ujarnya.

Ibu Penderita Polio, Anak Kena Hydrochepalus

Kesaksian Ibu Tuminah,warga Siwal, Baki, Sukoharjo, menderita polio sejak kecil.
“ Kehidupan normal menjadi impian saya, karena saya lebih banyak berada di kursi dan tempat tidur”. Kaki dan  tangannya nyaris tak berfungsi, bahkan sering terasa nyeri. “Kepala dan lambung juga sering sakit”lanjutnya . Di usia 30 tahun ini ia merasa mendapat mukjizat. “Alhamdulillah, ketika saya minum BioJANNA belum sampai habis satu botol, sudah bisa jalan tanpa sakit. Kepala dan lambung juga sudah enak”. Impian hidup normal itu kini makin dekat. Bahkan sekarang ia sudah bisa bekerja membuat batik tulis, hal yang mustahil dilakukan saat tangannya didera virus polio. “Ini benar-benar mukjizat dari Tuhan” ujarnya lagi.

 Cobaan ibu Tuminah bertambah, karena putra kecilnya yang berusia 2 tahun, menderita Hydrocephalus. Ia cobakan BioJANNA sebagai ihtiyar untuk do’a kesembuhan sang putra.
“Anak saya juga mendapat berkah dengan BioJANNA ini. Ia menderita hydrocephalus, sesekali disertai kejang yang ketika menyerang bisa berlangsung sampai dua jam. “Kata dokter anak saya terancam lumpuh serta tak bisa bicara. Setelah beberapa hari minum BioJANNA, sekarang ia sudah bisa berdiri dan rambatan” tuturnya terharu sambil memangku putranya yang berusia dua tahun, dengan kepalanya yang besar dan seutas selang kecil di belakang kepalanya. “Moga-moga berkat BioJANNA ini, anak saya bisa sembuh dan menjadi normal seperti anak-anak yang lain” harapnya yakin.

Akibat Kebanyakan Obat 

“Awalnya saya sering sakit kepala, karena pernah jatuh bersepeda motor.  Sampai hampir tiap hari minum obat anti nyeri, sebelum itu saya memang pernah kena typus sampai opname dua pekan”, cerita pak Mulyadi – pria asal Magelang ini. Setahun lebih langganan obat nyeri, efeknya lambung sering sakit, dokter menyatakan ia kena maag. Khawatir efek negatif obat kimia, iapun mencoba terapi tradisional. Beberapa bulan keluhan lambungnya berhenti. Namun kemudian ia sering mengalami kesakitan waktu kencing, dan mudah terserang radang tenggorokan. Pindah terapipun ia lakukan, dengan harapan bisa menyelesaikan masalah kesehatannya. Beberapa tahun berlalu, kondisinya tetap naik turun. Jika sakit kepalanya datang, sakit sekali rasanya. Untuk mengatasi radang tenggorokannyapun, dokter sudah mengganti antibiotik dengan yang lebih kuat. “Suatu hari, seorang teman mengenalkan BioJANNA. Karena pekewuh, saya beli” ujarnya. Belum habis sebotol BioJANNA, ia merasa surprise. Lambungnya sudah terasa nyaman, dan sakit kepalanya nyaris tak pernah datang lagi, kencingnyapun lancar, dan tubuh terasa lebih bugar. Kotak obatpun ia bertahun-tahun tak lagi datang. “Alhamdulillah, senang sekali rasanya, dan saya sangat bersyukur, ini berkah dari Tuhan” ucapnya lega.

Disembuhkan Dari Kanker 

 

Dua tahun sudah Umi Ibra -seorang ibu warga Kartosuro, Sukoharjo- berjuang melawan kanker payudara. Dalam konsisi serba terbatas, pengobatan yang dilakukan belum juga memunculkan harapan untuk sembuh, sudah puluhan juta dia keluarkan demi penyembuhan sampai sebidang sawah pun terpaksa dijual untuk pengobatan. Hingga akhirnya terapi yang dilakukan terpaksa dihentikan karena pihak terapis sudah merasa tak mampu lagi.
Dalam situasi serba sulit itulah, teman suami Umi Ibra menawarkan BioJanna untuk upaya kesembuhan kanker Umi Ibra. Karena tak punya pilihan lain, ia pun mencobanya. Setelah beberapa hari mengkonsumsi BioJanna , ia merasa takjub, dan harapan untuk sembuh pun muncul kembali. Tubuhnya terasa lebih segar dan terus membaik dari hari ke hari. Memasuki akhir bulan ke dua rasa sakit sudah tak muncul lagi, luka yang dulu bernanah kini tak ada lagi dan luka-luka kembali menutup kembali. “Sungguh ini merupakan anugerah dari Allah” tutur Umi Ibra singkat. “Sebagai tanda syukur, saya banyak berbagi pengalaman dengan BioJanna ini kepada teman-teman” lanjutnya. Kebahagiaannya terus bertambah, karena banyak temannya yang juga merasakan berkah manfaat BioJanna menyembuhkan berbagai penyakit pada keluarga mereka.